Kamis, 13 Desember 2012

Makalah tentang Bercakap-cakap


Kata Pengantar

            Puji dan syukur kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karunia-Nya, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih juga kami sampaikan kepada dosen pengampu Drs.P.Sihombing yang membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
            Makalah ini membahas tentang Bercakap-cakap. Dengan membaca makalah ini, pembaca akan mengetahui sejauh mana pengetahuannya tentang Bercakap-cakap.
            Seperti perumpamaan mengatakan,”tak ada gading yang tak retak” begitu juga dengan makalah kami ini,sekalipun kami sudah berusaha menyusun makalah ini dengan baik kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,kami mengharapkan saran dari Anda sekalian.
            Demikianlah,semoga makalah ini memiliki manfaat bagi pembacanya dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih.



                                                                                              Medan,24 Oktober 2011

                                                                                                Penyusun makalah




DAFTAR ISI


Kata Pengantar…………………………………………………………..… i
Daftar Isi………………………………………………………………..…. ii
BAB I.PENDAHULUAN……………………………………………….......1
BAB II.ISI……………………………………………………………….....2
1.Definisi Bercakap-cakap…………………………………….…....2
2.Metode Bercakap-cakap……………………………………….....2
3.Metode Pengajaran Bercakap-cakap…………………………...…2
4.Manfaat Kegiatan Bercakap-cakap…………………………….....4
5.Tujuan Kegiatan Bercakap-cakap………………………………...4
Kesimpulan dan Saran
            A.Kesimpulan………………………………………………….......7
            B.Saran……………………………………………………………..7
Daftar Pustaka






BAB I
PENDAHULUAN

Banyak orang tua yang menyayangkan kelakuan remaja saat ini yang terperangkap di dunia maya dan miskin sosialisasi. Sangat mudah menjumpai orang-orang menunggu bis atau berbaris dalam antrian dan bercakap-cakap satu sama lain, meskipun belum saling mengenal. Kini pemandangan menunggu bis atau ngantri sama sekali berbeda. Orang-orang, terutama kaum muda, lebih asik menekan tombol-tombol HP mereka dan senyum-senyum sendiri saat mengirim/membaca sms atau chatting. Tubuh mereka memang ada di sini, tetapi tidak dengan jiwanya.Saat berjalan, jogging, atau naik sepeda, orang-orang juga sering bercakap-cakap dengan orang-orang yang tidak di kenalnya.Bercakap-cakap harus melibatkan kondisi fisik seseorang bukan melalui dunia maya.
Jika ada orang tua yang mengeluh kalau anaknya kurang bersosialisasi, mungkin ada benarnya. Namun jangan salah, bisa saja anak ini memiliki 3700 teman melalui Facebook atau Friendster di seluruh dunia. Dengan teman-temannya di internet anak ini berinteraksi hampir setiap saat, bercerita tentang hal penting hingga tak penting.
Tanpa bermaksud menyalahkan orang yang lebih gemar bercakap-cakap dengan tetangga di kampung, definisi tentang hidup bertetangga, ramah tamah, sosialisasi dan sejenisnya mungkin perlu didefinisikan ulang.


                                         BAB II 
                                            ISI 
                                 Bercakap-cakap
1.Definisi Bercakap-cakap
Bercakap-cakap ialah mengeluarkan maksud dengan kata-kata yg biasanya berbentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kepada dirinya sendiri atau kepada pembaca dan pendengar.
2.Metode Bercakap-cakap
Hal-hal yang harus dilakukan:
1. Mengukur pemahaman yang didengarnya secara pasti.
2. Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas, ia dapat memberitahukan kepada si pembaca.
3. Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut.
Metode bercakap-cakap dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan pelajaran yang diajarkan melalui bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara siswa dengan guru atau siswa dengan siswa. Metode ini bermanfaat untuk meningkatkan keberanian anak dalam menyatakan perasaan, keinginan, kebutuhan secara lisan dan juga memperoleh pengetahuan. Selain itu, dengan bercakap-cakap anak dapat menjalin hubungan sosial yang menyenangkan dengan anak lain atau guru. Contoh siswa diajak melakukan tanya jawab mengenai kegiatan yang dilakukan oleh tukang kayu sebelum membuat meja dan kursi atau kegiatan yang dilakukan oleh pedagang beras yang berjualan di pasar. Contoh lain
3.Metode Pengajaran Bercakap-cakap
Ada beberapa langkah yang ditempuh dalam mengajarkan ini, yaitu :
1). Mempersiapkan acara/materi dengan matang dan menetapkan topik yang akan disajikan
2). Materi hendaklah disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan anak. Jangan memberikan materi dengan kata-kata dan kalimat-kalimat yang panjang yang tidak dimengerti dan dipahami oleh anak didik. Mulailah dengan kata-kata dan kalimat yang telah dikuasai oleh anak didik. Misalnya dengan memulai memperkenalkan alat-alat tulis sekolah dan peralatan rumah tangga. Kemudian lingkup materi pembicaraan terus semakin diperluas dan dikembangkan selalu.
3). Menggunakan alat peraga (sebagai alat bantu). Sebab dengan alat peraga dapat menjelaskan persepsi anak tentang arti dan maksud yang terkandung dalam percakapan itu. Disamping itu dapat menarik perhatian anak dan tidak menjenuhkan. Sebagai contoh : Ibu bertanya kepada anaknya dengan memegang sendok yang ada ditangannnya,kemudian disuruhlah anaknya untuk mengeja dengan kalimat yang sempurna
4). Hendaklah menjelaskan terlebih dahulu arti kata-kata yang terkandung dalam muhadasah, dengan menuliskannya di papan tulis. Setelah murid dianggap mengerti, guru menyuruh murid untuk mencoba mempraktekkannya di depan kelas. Dan teman lainnya menyimak dan memperhatikan sebelum mendapat giliran berikutnya.
5). Pada muhadasah tingkat lebih tinggi atas, anak didiklah yang lebih banyak berperan, sedangkan guru yang menentukan topik. Dan setelah acara dimulai, peranan guru hanya mengatur jalannya muhadasah, agar jalannya muhadasah tetap sportif dan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
6). Setelah muhadasah selesai dilakukan, guru kemudian membuka forum soal jawab dan hal-hal lain yang perlu untuk didiskusikan mengenai muhadasah yang baru saja selesai. Jika ada hal-hal yang  masih belum dimengerti dan dipahami oleh anak didik, maka guru mengulangi penjelasannya lagi, dan mencatatkannya di papan tulis dan menyuruh murid untuk mencatat di buku tulisnya.
7). Penguasaan bahasa secara aktif, itulah yang baik dan berhasil, bukan hanya penguasaan pasif. Jika bertemu orang Arab, murid-murid tak mampu berbicara/berkomunikasi karena siswa belum aktif melakukan percakapan dengan bahasa tersebut.
8). Jika muhadasah akan dilanjutkan kembali pada pertemuan berikutnya, maka guru sebaiknya, dapat menetapkan batas dan materi yang akan disajikan berikutnya, agar siswa dapat lebih mempersiapkan dirinya
9). Mengakhiri pertemuan pengajaran, dengan memberi dorongan dan semangat siswa untuk lebih giat lagi.
A.Pilihan Kata atau Ungkapan untuk Memulai Percakapan
Proses penyampaian bahasa Indonesia dalam berkomunikasi secara lisan dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung maksudnya berhadapan atau bertatap muka dengan mitra bicara dan tidak langsung ialah dengan menggunakan sarana seperti telepon atau media komunikasi yang lainnya. Untuk memulai percakapan dalam situasi formal biasanya menggunakan ungkapan seperti Selamat pagi, Selamat siang, Salam sejahtera bagi kita semua, Selamat malam para pendengar radio, Selamat datang, dan sebagainya.
Sebaliknya dalam situasi nonformal kita biasanya menggunakan ungkapan seperti Met malam, Malam, Siang , dan sebagainya.
B. Salam dan Ungkapan dalam Mengakhiri Percakapan
Dalam situasi formal
Contoh:
1. Baiklah, jangan lupa datang di acara wisudaku.
2. Baiklah pemirsa di rumah, jika ada saran dan kritik, kirimkan ke ...
3. Jadi, jangan sampai lupa rencana kita.
4. Baiklah, sampai bertemu besok di rapat.
5. Sebelum mengakhiri diskusi ini, saya ingatkan kembali ....

Dalam situasi nonformal
Contoh:
1. Oke, jangan lupa besok ketemu ....
2. Udah dulu, ya, pokoknya besok ....
3. Oke, jadi, kan besok?
4. Sampai minggu depan, ingat kita masih ada urusan
5. Sip deh, jadi kita besok berangkat ....
4.Manfaat Kegiatan Bercakap-cakap
     a. Saling mengomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal.
     b. Mewujudkan kemampuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif.
5.Tujuan Kegiatan Bercakap-cakap                      
mengembangkan kecakapan dan keberanian
menyampaikan pendapat kepada orang lain
memberi kesempatan untuk berekspresi secara lisan
memperbaiki lafal dan ucapan
mengembangkan pengetahuan
Melatih lidah anak didik agar terbiasa dan fasih bercakap-cakap
Mampu menerjemahkan percakapan orang lain lewat telepon, radio, TV, tape recorder dan lain-lain.



Kesimpulan dan Saran
A.Kesimpulan
            Kalau diperhatikan lebih jauh, anak kecil belajar bahasa ibunya memang dimulai dengan percakapan (berbicara) ini, mula-mula ia ucapkan kata-kata yang dianjurkan oleh ibunya meskipun tidak langsung ia pahami atau dimengerti, setelah agak lancar mulai ia menyusun katakata dan akhirnya lama-kelamaan menjadi mahir dan paham berbicara yang ia ucapkan itu. Jadi bukan tata bahasanya yang pertama diajarkan tetapi melatih percakapannya. “Sudah bisa karena biasa”, inilah metode alamiah dan berhasil guna.
B.Saran
1)      Berani melakukan / mempraktekkan percakapan, dengan menghilangkan perasaan malu dan takut akan salah. Prinsip yang harus dipegangi : “Yang penting berbicara / ngomong soal salah itu biasa, toh nanti akan baik dengan sendirinya”.
2)      Rajin memperbanyak perbendaharaan kata-kata.
3)      Terus-menerus banyak membaca buku-buku.
4)      Menciptakan lingkungan dalam suasana yang akrab.
5)      Selalu melatih alat pendengaran dan pengucapan, agar menjadi fasih dan lancar, sehingga secara spontan, kapan dan dimana saja diperlukan. Caranya mengajar orang lain yang pandai, untuk diajak bercakap-cakap atau dengan cara mendengarkan pembicaraan orang lain, baik melalui radio, TV, tape recorder, dan lain-lain


Daftar Pustaka

http://www.scribd.com/doc/56748986/Pengertian-percakapan-M3.html
http://www.artikata.com/arti-362480-cakap-cakap.html
http//www.kafeilmu/doc/metode-pengajaran-percakapan.html
http//www.kafeilmu/doc/389094889/arti-kecakapan.html

1 komentar:

  1. Lucky Club Casino site
    Lucky Club Casino has got a huge online casino license from MGA that was established in 2018. It has 카지노사이트luckclub over 3000 games, including slots, table games, video poker,

    BalasHapus