Kata
Pengantar
Puji dan syukur kami sampaikan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karunia-Nya, makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik. Terima kasih juga kami sampaikan kepada dosen
pengampu Drs.P.Sihombing yang membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini membahas tentang Bercakap-cakap.
Dengan membaca makalah ini, pembaca akan mengetahui sejauh mana pengetahuannya
tentang Bercakap-cakap.
Seperti perumpamaan mengatakan,”tak
ada gading yang tak retak” begitu juga dengan makalah kami ini,sekalipun kami
sudah berusaha menyusun makalah ini dengan baik kami menyadari makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,kami mengharapkan saran dari Anda
sekalian.
Demikianlah,semoga makalah ini
memiliki manfaat bagi pembacanya dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Terima kasih.
Medan,24
Oktober 2011
Penyusun makalah
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………..… i
Daftar Isi………………………………………………………………..…. ii
BAB I.PENDAHULUAN……………………………………………….......1
BAB II.ISI……………………………………………………………….....2
1.Definisi Bercakap-cakap…………………………………….…....2
2.Metode
Bercakap-cakap……………………………………….....2
3.Metode Pengajaran
Bercakap-cakap…………………………...…2
4.Manfaat Kegiatan
Bercakap-cakap…………………………….....4
5.Tujuan Kegiatan Bercakap-cakap………………………………...4
Kesimpulan dan Saran
A.Kesimpulan………………………………………………….......7
B.Saran……………………………………………………………..7
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
Banyak
orang tua yang menyayangkan kelakuan remaja saat ini yang terperangkap di dunia
maya dan miskin sosialisasi. Sangat mudah menjumpai orang-orang menunggu bis
atau berbaris dalam antrian dan bercakap-cakap satu sama lain, meskipun belum
saling mengenal. Kini pemandangan menunggu bis atau ngantri sama sekali
berbeda. Orang-orang, terutama kaum muda, lebih asik menekan tombol-tombol HP
mereka dan senyum-senyum sendiri saat mengirim/membaca sms atau chatting. Tubuh
mereka memang ada di sini, tetapi tidak dengan jiwanya.Saat berjalan, jogging,
atau naik sepeda, orang-orang juga sering bercakap-cakap dengan orang-orang
yang tidak di kenalnya.Bercakap-cakap harus melibatkan kondisi fisik seseorang
bukan melalui dunia maya.
Jika
ada orang tua yang mengeluh kalau anaknya kurang bersosialisasi, mungkin ada
benarnya. Namun jangan salah, bisa saja anak ini memiliki 3700 teman melalui
Facebook atau Friendster di seluruh dunia. Dengan teman-temannya di internet
anak ini berinteraksi hampir setiap saat, bercerita tentang hal penting hingga
tak penting.
Tanpa
bermaksud menyalahkan orang yang lebih gemar bercakap-cakap dengan tetangga di
kampung, definisi tentang hidup bertetangga, ramah tamah, sosialisasi dan
sejenisnya mungkin perlu didefinisikan ulang.
1.Definisi
Bercakap-cakap
Bercakap-cakap
ialah mengeluarkan maksud dengan kata-kata yg biasanya berbentuk percakapan
antara dua tokoh atau lebih, atau ada kalanya seorang tokoh berbicara kepada
dirinya sendiri atau kepada pembaca dan pendengar.
2.Metode Bercakap-cakap
Hal-hal yang harus dilakukan:
1. Mengukur pemahaman yang didengarnya secara pasti.
2. Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas, ia dapat memberitahukan kepada si pembaca.
3. Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut.
2.Metode Bercakap-cakap
Hal-hal yang harus dilakukan:
1. Mengukur pemahaman yang didengarnya secara pasti.
2. Bila mengetahui bahwa pesan yang disampaikan itu tidak jelas, ia dapat memberitahukan kepada si pembaca.
3. Ia dapat menentukan informasi tambahan yang dibutuhkan agar dapat menerima pesan tersebut.
Metode
bercakap-cakap dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan pelajaran
yang diajarkan melalui bercakap-cakap dalam bentuk tanya jawab antara siswa
dengan guru atau siswa dengan siswa. Metode ini bermanfaat untuk meningkatkan
keberanian anak dalam menyatakan perasaan, keinginan, kebutuhan secara lisan
dan juga memperoleh pengetahuan. Selain itu, dengan bercakap-cakap anak dapat
menjalin hubungan sosial yang menyenangkan dengan anak lain atau guru. Contoh
siswa diajak melakukan tanya jawab mengenai kegiatan yang dilakukan oleh tukang
kayu sebelum membuat meja dan kursi atau kegiatan yang dilakukan oleh pedagang
beras yang berjualan di pasar. Contoh lain
3.Metode Pengajaran Bercakap-cakap
Ada
beberapa langkah yang ditempuh dalam mengajarkan ini, yaitu :
1). Mempersiapkan
acara/materi dengan matang dan menetapkan topik yang akan disajikan
2).
Materi hendaklah disesuaikan dengan taraf perkembangan dan kemampuan anak.
Jangan memberikan materi dengan kata-kata dan kalimat-kalimat yang panjang yang
tidak dimengerti dan dipahami oleh anak didik. Mulailah dengan kata-kata dan
kalimat yang telah dikuasai oleh anak didik. Misalnya dengan memulai
memperkenalkan alat-alat tulis sekolah dan peralatan rumah tangga. Kemudian
lingkup materi pembicaraan terus semakin diperluas dan dikembangkan selalu.
3).
Menggunakan alat peraga (sebagai alat bantu). Sebab dengan alat peraga dapat
menjelaskan persepsi anak tentang arti dan maksud yang terkandung dalam
percakapan itu. Disamping itu dapat menarik perhatian anak dan tidak menjenuhkan.
Sebagai contoh : Ibu bertanya kepada anaknya dengan memegang sendok yang ada
ditangannnya,kemudian disuruhlah anaknya untuk mengeja dengan kalimat yang
sempurna
4).
Hendaklah menjelaskan terlebih dahulu arti kata-kata yang terkandung dalam
muhadasah, dengan menuliskannya di papan tulis. Setelah murid dianggap
mengerti, guru menyuruh murid untuk mencoba mempraktekkannya di depan kelas.
Dan teman lainnya menyimak dan memperhatikan sebelum mendapat giliran
berikutnya.
5).
Pada muhadasah tingkat lebih tinggi atas, anak didiklah yang lebih banyak
berperan, sedangkan guru yang menentukan topik. Dan setelah acara dimulai,
peranan guru hanya mengatur jalannya muhadasah, agar jalannya muhadasah tetap
sportif dan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
6).
Setelah muhadasah selesai dilakukan, guru kemudian membuka forum soal jawab dan
hal-hal lain yang perlu untuk didiskusikan mengenai muhadasah yang baru saja
selesai. Jika ada hal-hal yang masih belum dimengerti dan dipahami oleh
anak didik, maka guru mengulangi penjelasannya lagi, dan mencatatkannya di
papan tulis dan menyuruh murid untuk mencatat di buku tulisnya.
7).
Penguasaan bahasa secara aktif, itulah yang baik dan berhasil, bukan hanya
penguasaan pasif. Jika bertemu orang Arab, murid-murid tak mampu berbicara/berkomunikasi
karena siswa belum aktif melakukan percakapan dengan bahasa tersebut.
8).
Jika muhadasah akan dilanjutkan kembali pada pertemuan berikutnya, maka guru
sebaiknya, dapat menetapkan batas dan materi yang akan disajikan berikutnya,
agar siswa dapat lebih mempersiapkan dirinya
9).
Mengakhiri pertemuan pengajaran, dengan memberi dorongan dan semangat siswa
untuk lebih giat lagi.
A.Pilihan Kata atau Ungkapan untuk Memulai
Percakapan
Proses
penyampaian bahasa Indonesia dalam berkomunikasi secara lisan dapat dilakukan
dalam dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung
maksudnya berhadapan atau bertatap muka dengan mitra bicara dan tidak langsung
ialah dengan menggunakan sarana seperti telepon atau media komunikasi yang
lainnya. Untuk memulai percakapan dalam situasi formal biasanya menggunakan
ungkapan seperti Selamat pagi, Selamat siang, Salam sejahtera bagi kita semua,
Selamat malam para pendengar radio, Selamat datang, dan sebagainya.
Sebaliknya
dalam situasi nonformal kita biasanya menggunakan ungkapan seperti Met malam,
Malam, Siang , dan sebagainya.
B. Salam dan Ungkapan dalam Mengakhiri Percakapan
Dalam
situasi formal
Contoh:
1.
Baiklah, jangan lupa datang di acara wisudaku.
2.
Baiklah pemirsa di rumah, jika ada saran dan kritik, kirimkan ke ...
3.
Jadi, jangan sampai lupa rencana kita.
4.
Baiklah, sampai bertemu besok di rapat.
5.
Sebelum mengakhiri diskusi ini, saya ingatkan kembali ....
Dalam
situasi nonformal
Contoh:
1.
Oke, jangan lupa besok ketemu ....
2.
Udah dulu, ya, pokoknya besok ....
3.
Oke, jadi, kan besok?
4.
Sampai minggu depan, ingat kita masih ada urusan
5.
Sip deh, jadi kita besok berangkat ....
4.Manfaat Kegiatan Bercakap-cakap
a. Saling mengomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal.
b. Mewujudkan kemampuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif.
5.Tujuan Kegiatan Bercakap-cakap
a. Saling mengomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal.
b. Mewujudkan kemampuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif.
5.Tujuan Kegiatan Bercakap-cakap
mengembangkan
kecakapan dan keberanian
menyampaikan
pendapat kepada orang lain
memberi
kesempatan untuk berekspresi secara lisan
memperbaiki
lafal dan ucapan
mengembangkan
pengetahuan
Melatih
lidah anak didik agar terbiasa dan fasih bercakap-cakap
Mampu
menerjemahkan percakapan orang lain lewat telepon, radio, TV, tape recorder dan
lain-lain.
Kesimpulan
dan Saran
A.Kesimpulan
Kalau diperhatikan lebih jauh, anak
kecil belajar bahasa ibunya memang dimulai dengan percakapan (berbicara) ini,
mula-mula ia ucapkan kata-kata yang dianjurkan oleh ibunya meskipun tidak
langsung ia pahami atau dimengerti, setelah agak lancar mulai ia menyusun
katakata dan akhirnya lama-kelamaan menjadi mahir dan paham berbicara yang ia
ucapkan itu. Jadi bukan tata bahasanya yang pertama diajarkan tetapi melatih
percakapannya. “Sudah bisa karena biasa”, inilah metode alamiah dan berhasil
guna.
B.Saran
1)
Berani melakukan / mempraktekkan percakapan, dengan menghilangkan perasaan malu
dan takut akan salah. Prinsip yang harus dipegangi : “Yang penting berbicara /
ngomong soal salah itu biasa, toh nanti akan baik dengan sendirinya”.
2)
Rajin memperbanyak perbendaharaan kata-kata.
3)
Terus-menerus banyak membaca buku-buku.
4)
Menciptakan lingkungan dalam suasana yang akrab.
5)
Selalu melatih alat pendengaran dan pengucapan, agar menjadi fasih dan lancar,
sehingga secara spontan, kapan dan dimana saja diperlukan. Caranya mengajar
orang lain yang pandai, untuk diajak bercakap-cakap atau dengan cara
mendengarkan pembicaraan orang lain, baik melalui radio, TV, tape recorder, dan
lain-lain
Daftar
Pustaka
http://www.scribd.com/doc/56748986/Pengertian-percakapan-M3.html
http://www.artikata.com/arti-362480-cakap-cakap.html
http//www.kafeilmu/doc/metode-pengajaran-percakapan.html
http//www.kafeilmu/doc/389094889/arti-kecakapan.html
Lucky Club Casino site
BalasHapusLucky Club Casino has got a huge online casino license from MGA that was established in 2018. It has 카지노사이트luckclub over 3000 games, including slots, table games, video poker,